Jumat, 10 September 2010

PHBS

Promosi Kesehatan Dalam Pencapaian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Keluarga

PHBS di Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam gerakan kesehatan di masyarakat.

PHBS di Rumah Tangga dilakukan untuk mencapai Rumah Tangga ber PHBS yang melakukan 10 PHBS yaitu :

1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan

2. Memberi ASI ekslusif

3. Menimbang balita setiap bulan

4. Menggunakan air bersih

5. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun

6. Menggunakan jamban sehat

7. Memberantas jentik di rumah sekali seminggu

8. Makan buah dan sayur setiap hari

9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari

10. Tidak merokok di dalam rumah

Promosi Kesehatan Dalam Pencapaian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Institusi Kesehatan


PHBS di Institusi Kesehatan adalah upaya untuk memberdayakan pasien, masyarakat pengunjung dan petugas agar tahu, mau dan mampu untuk mempraktikkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat dan berperan aktif dalam mewujudkan Institusi Kesehatan Sehat dan mencegah penularan penyakit di institusi kesehatan.

Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di Institusi Kesehatan yaitu :

1. Menggunakan air bersih

2. Menggunakan Jamban

3. Membuang sampah pada tempatnya

4. Tidak merokok di institusi kesehatan

5. Tidak meludah sembarangan

6. Memberantas jentik nyamuk
Promosi Kesehatan Dalam Pencapaian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Tempat Umum

PHBS di Tempat - tempat Umum adalah upaya untuk memberdayakan masyarakat pengunjung dan pengelola tempat - tempat umum agar tahu, mau dan mampu untuk mempraktikkan PHBS dan berperan aktif dalam mewujudkan tempat - tempat Umum Sehat.
Tempat - tempat Umum adalah sarana yang diselenggarakan oleh pemerintah/swasta, atau perorangan yang
 digunakan untuk kegiatan bagi masyarakat seperti sarana pariwisata, transportasi, sarana ibadah, sarana perdagangan dan olahraga, rekreasi dan sarana sosial lainnya.

Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di Tempat - Tempat Umum yaitu :

1. Menggunakan air bersih

2. Menggunakan jamban

3. Membuang sampah pada tempatnya

4. Tidak merokok di tempat umum

5. Tidak meludah sembarangan

6. Memberantas jentik nyamuk

Promosi Kesehatan Dalam Pencapaian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Lingkungan Sekolah

PHBS di Sekolah adalah sekumpulan perilaku yang dipraktikkan oleh peserta didik, guru dan masyarakat lingkungan sekolah atas dasar kesadaran sebagai hasil pembelajaran, sehingga secara mandiri mampu mencegah penyakit, meningkatkan kesehatannya, serta berperan aktif dalam mewujudkan lingkungan sehat.

Ada beberapa indikator yang dipakai sebagai ukuran untuk menilai PHBS di sekolah yaitu :

1. Mencuci tangan dengan air yang mengalir dan menggunakan sabun

2. Mengkonsumsi jajanan sehat di kantin sekolah

3. Menggunakan jamban yang bersih dan sehat

4. Olahraga yang teratur dan terukur

5. Memberantas jentik nyamuk

6. Tidak merokok di sekolah

7. Menimbang berat badan dan mengukur tinggi badan setiap 6 bulan

8. Membuang sampah pada tempatnya

Promosi Kesehatan Dalam Pencapaian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Tempat Kerja

PHBS di Tempat kerja adalah upaya untuk memberdayakan para pekerja agar tahu, mau dan mampu mempraktikkan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif dalam mewujudkan Tempat Kerja Sehat.

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Tempat kerja antara lain :

1. Tidak merokok di tempat kerja

2. Membeli dan mengkonsumsi makanan dari tempat kerja

3. Melakukan olahraga secara teratur/aktifitas fisik

4. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun sebelum makan dan sesudah buang air besar dan   buang air kecil

5. Memberantas jentik nyamuk di tempat kerja

6. Menggunakan air bersih

7. Menggunakan jamban saat buang air kecil dan besar

8. Membuang sampah pada tempatnya

9. Mempergunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai jenis pekerjaan

Minggu, 05 September 2010

Bahaya Rokok Bagi Kesehatan Kita

Tentang bahaya rokok umunya setiap orang telah mengetahuinya, apalagi orang yang setiap harinya sudah menghisap rokok. Di bungkus yang telah tertera tulisan MEROKOK DAPAT MENYEBABKAN KANKER, SERANGAN JANTUNG, IMPOTENSI DAN GANGGUAN KEHAMILAN DAN JANIN.

Tapi anehnya, meski pada kemasan rokok tertera tulisan tentang bahaya rokok, tetap saja banyak yang merokok. Rokok mengandung lebih dari 4000 zat, dan 2000 diantaranya berdampak sangat tidak baik terhadap kesehatan, seperti bahan radioaktif, bahan-bahan yang digunakan dalam cat (acetone), pencuci lantai (amonia), racun serangga (DDT), serta masih banyak lagi. Zat pada rokok yang paling berbahaya adalah Tar, Nikotin, dan Karbonmonoksida. Tar menjadi penyebab kanker, nikotin mengandung zat yang membuat ketagihan yang beresiko menyebabkan penyakit jantung, sementara karbon monoksida memiliki afinitas kuat terhadap hemoglobin pada sel darah merah sehingga memberntuk karboksi hemoglobin mencapai tertentu yang menyebabkan kematian.


Berikut ini adalah bahaya rokok terhadap kesehatan kita yang dapat menyebabkan :
  • Kanker pundi kencing
  • Kanker perut
  • Kanker usus dan rahim
  • Kanker paru-paru
  • Penyakit saluran pernafasan kronik
  • Stroke
  • Pengkroposan tulang ( osteoporosis)
  • Penyakit jantung
  • Bronkitis
  • Emfisema
Yang tersebut di atas adalah bahaya rokok bagi perokok aktif. Apa itu perokok aktif?
Perokok aktif adalah orang yang merokok secara langsung menghisapnya, sedangkan perokok pasif adalah orang yang secara tidak langsung menghisap rokok, tetapi menghisap asap rokok yang dikeluarkan dari mulut orang yang sedang merokok.

Di bawah ini adalah bahaya asap rokok bagi perokok pasif :
  • Meningkatkan risiko kanker paru-paru dan penyakit jantung
  • Bersin dan batuk-batuk
  • sakit keringkongan 
  • Sakit kepala
  • Pedih mata
  • Masalah pernapasan (radang paru-paru dan bronkitis)
 Bahaya asap rokok terhadap ibu hamil dan janin yang dikandungnya antara lain:
  • Keguguran janin
  • Kematian janin dalam kandungan
  • Pendarahan pada uri
  • Berat badan berkurang 20% hingga 30 %
Bahaya asap rokok terhadap bayi antara lain :
  • Masalah dan penyakit pernapasan
  • Mengganggu perkembangan kecerdasan bayi
  • Jangkitan telinga
  • Leukimia
  • Kanker otak
  • Sindrom kematian secara mendadak
  • cepat lelah
 Merokok merupakan perilaku adiksi yang telah mewabah secara global dan endemis di Indonesia. Ini menjadikan masalah bersama yang perlu ditanggulangi.

Sebagian besar keluarga di Indonesia mempunyai anggota keluarga yang pernah atau sedang menjadi perokok aktif. Bila peilaku merokok menjadi adiktif pada salah satu anggota keluarga, maka anggota keluarga yang lain akan terkena dampak buruknya, termasuk janin yang masih di dalm kandungan.

Karena itu, jika anda seorang perokok, maka berhentilah merokok merupakan awal yang sangat terpuji. ini artinya, anda tak hanya menyayangi diri anda sendiri, tetapi juga menyayangi sesama. Memang tidak mudah bagi orang yang sudah kecanduan rokok untuk menghentikan kebiasaan buruk ini. Banyak kalangan sampai hari ini tidak pernah patah arang untuk mengingatkan agar menghindari rokok.